KAMIS, 19 Maret 2019...
Minggu ini adalah minggu pertama kuliah diliburkan, bukan libur pada intinya tapi tenar dengan sebutan daring ataupun kuliah online. Awal dapat kabar universitas lain sudah memakai sistem tersebut, tetapi kabar tuk mahasiswa/i UIN Jakarta tak kunjung datang, hhmmm... perasaan khawatir, gelisah, semuanya campur aduk disebabkan karena si centil yang bernama "corona" atau nama kerennya "covid-19" ingin PDKT dengan Indonesia. Sebelum masuk kuliahpun perasan takut akan virus itu sudah menghantui, dan benar saja awal masuk kuliah secara perlahan si centil corona semakin menyebar. Masker habis, masker mahal, masker ditimbun, masker abal-abal, sampai hand sanitizerpun ludes, bahkan katanya para ibu-ibu membeli banyak stok makanan. Siapa yang tidak panik?
Berita corona itu, setiap detik selalu masuk halaman terdepan di media sosial, untuk itu kupergunakan minggu ini untuk banyak bermunajat kepada Allah SWT, beribadha, melantunkan ayat suci Al-Qur'an dna shlawat Nabi. Walaupun tugas online lebih banyak tantangannya dibandngkan offline, menurut saya itu adalah hal bagus agar para mahasiswa/i diam dirumahnya, dikost-annya, dan diasramanya, mengerjakan tugas yang bertubi-tubi datang.
Saya tinggal dikost-an, tapi saya tidak berniat untuk pulang ke kampung halaman karena ada beberapa alasan. Pertama, rumah saya di Ciamis Jawa Barat, jarak Tangerang-Ciamis membutuhkan waktu perjalanan yang tak singkat, kedua, tugas yang menumpuk membuat saya menghindari rasa malas, karena saya berpikir jikalau dirumah sendiri hawanya berbeda, dan yang ketiga, kuliah online hanya dua minggu, jadi tanggung kalaupun pulang ke kampung halaman saya.
Namun kenyatannya, si centil corona ini dari yang tadinya 2-3 orang saja yang positif, hari ke hari bertambah menjadi 9 orang, 90 orang, sampai akhirnya melebihi 100 orang, Ya Allah ini sangat mengerikan.... Dan hampir semua sekolah di Indonesia dari mulai TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, sampai perguruan tinggi mengganti sistem pembelajaran dan perkuliahan yang biasa dengan sistem online. Akhirnya rasa panik dan cemas saya mulai naik! orang tua di Ciamis selalu mengecek keadaan saya lewat viddcall setiap hari, tapi saya masih bersikukuh untuk tidak pulang, padahal dari lubuk hati yang paling dalam, dirumah akan lebih terjamin keamanannya karena ada keluarga. Pemerintah menghimbau yang dari kota untuk tidak pulang kampung terlebih dahulu, dan sayapun taat pada aturan itu sampai hari ini...^^
#
#
KAMIS, 26 Maret 2019
Dua minggu sudah sistem kuliah online berjalan, tugas yang menumpuk membuat mahasiswa keteteran, yang pada awalnya begitu antusias akan sistem ini, tetapi kenyataannya grup whatsapp, pun dengan status whatsappnya sangat ramai dengan keluhan-keluhan mahasiswa dalam menjalani sistem kuliah online.
Dan kamis sekarang, saya keluar dari ketaatan pada pemerintah. Saya bosan, sedih, serasa hidup sendiri berada dikost-an. Orangtua sayapun selalu meyakinkan saya untuk pulang kampung ke Ciamis, bahkan saya bertanya ke beberapa teman untuk menanyakan haruskah saya pulang kampung atau tidak?. Yang meyakinkan saya untuk pulang kampung, bukan cuma keluarga dan teman saja, namun saya sendiri sudah berubah tekad, karena dengan bertambahnya penyebaran si centil corona ini hingga 450 orang positif, membuat saya makin panik berada di Ciputat, berita-berita hoax bahkan non hoax pun berkeliaran di media sosial, sehingga bingung mana yang fakta dan tidak beritanya.
Akhirnya hari minggu tanggal 22 Maret, saya langsung memberitahu orangtua, bahwa saya sudah terlalu panik ada di Ciputat. Seketika omelan-omelan orangtua datang menghampiri, menyalahkan saya yang tidak pulang dari minggu kemarin. Yang namanya orang tua tetap saja sayang pad anaknya, kedua orangtua tidak mengijinkan saya untuk pulang menggunakan transportasi umum baik itu bus maupun kereta. Dan si senin pagi harinya, Alhamdulillah bapak saya menjemput ke ciputat, perjalanan Ciputat-Ciamis kali ini adalah perjalanan tercepat yang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam, berangkat jam 8 pagi, jam 1 siang saya sudah sampai dirumah tercinta.
Sesampainya dirumah, tak bersalaman dengan keluarga, tak duduk, langsung membersihkan diri. Bersyukurnya sudah ada di rumah, ternyata pasien positif sudah 579 orang dihampiri oleh si centil corona. Ya Allah Ya Rabb... saya harus mengkarantina diri dirumah selama 14 hari, sekarang baru berjalan 4 hari ditemani setumpuk tugas, membuat makalah, meresume materi berlembar-lembar, saya jalani dengan santai saja, tak perlu dipusingkan, yaa..walaupun agak lelah, tidak membuat saya meyalahi aturan ini.
Ketika rasa lelah datang, saya selalu berpikir dan bermunasabah, bahwa ini sudah menjadi ketetapan Allah SWT... Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada saya, keluarga saya, dan semuanya.^^
#
#
KAMIS, 2 APRIL 2020
Huufftttt... tugas lagi tugas lagiiii.. tidak perlu berkeluh kesah kawan.. ingat! HHN! #HADAPI #HAYATI #NIKMATI . nikmati saja perjalanan ini, insyaallah jika dibarengi dengan rasa senang, damai, santai, semua tugas akan cepat selesai. sudah 1000 lebih yah pasien positif?. Allohuakbar.. memang kita adalah makhluk yang sangat lemah, sangat kecil, tak punya apa-apa, semua terjadi begitu saja...semua terjadi begitu cepat.. tak ada aba-aba. Layaknya kita sedang menyapu lantai yang penuh dengan debu, Allah pun seperti itu, sangat mudah untuk membuat keadaan seperti sekarang ini. Ciamis saja sudah ada yang kena 1 orang, semua panik, disinfektan disemprotkan sampai ke pelosok kampung saya. Semua orang jadi takut untuk keluar, termasuk saya dan keluarga.. hhmmm merasa boring pasti iya, bosan, sepi, pengen keluar, pengen jalan-jalan, ah semua terbayangkan... Allah SWT memang benar-benar sedang menguji bumi ini. Apakah kita bisa melewatinya? wallaahu a'lam. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang selain daring? Isilah hari-harimu dengan hal yang positif kawan, gerakanlah hatimu agar tak merasa boring, dan selalu ingat "Jangan pernah kau tinggalkan bacaan ayat suci Al-Qur'an mu, lebih bagus satu hari satu juz, jika tidak bisa setengah juz, jika tidak sanggup satu lembar, jika tidak kuat satu halaman, jika tak bisa juga satu ayat, jika tidak bisa lagi dna lagi tidak ada waktu? sempatkanlah kalian berdoa kepada Sang Khalik akan dijauhkan dari virus ini, agar disehatkan, supaya semua keadaan di bumi ini normal kembali, sehingga kita bisa kuliah dan bisa beraktifitas seperti biasa, aamiin ya rabbal'aalamiin... ^^